Sabtu, 09 April 2011


Landasan Pembelajaran Terpadu
Ada beberapa teori yang melandasi terbentuknya PT diantaranya sebagai berikut ini :
1.      Filsafat Progresifvisme yang menegaskan bahwa :
a.       Pendekatan yang tepat digunakan adalah pendekatan yang berpusat pada Siswa (Child Centered)
b.      Memberikan penekanan pada aktivitas, kreativitas dalam belajar secara alamiah dan pengalaman langsung
2.      Teori Konstruktivisme
a.       Setiap orang harus aktif menyusun pengetahuannya sendiri
b.      Pengalaman adalah kunci dari belajar yang bermakna
3.      Teori Perkembangan Kognitif
a.       Perubahan tingkah laku yang terjadi dalam proses perkembangan adalah hasil dari perubahan dalam kemampuan berpikir seorang dalam hubungannya dengan dunia sekitarnya.
b.      Ada faktor penentu perkembangan berfukir yaitu faktor organisasi dan faktor adaptasi
4.      Teori Psikologi Gestalt
a.       Keseluruhan lebih bermakna  dari bagian-bagian
b.      Persepsi anak sangat penting diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran
5.      Teori Pembelajaran
a.       Menginteraksikan dua/lebih bidang studi dan memusatkan pembelajaran dalam satu tema berarti menempatkan pengembangan keterampilan sama penditngnya dengan penguasaan isi.
b.      Penggunaan PT sebagai model pembelajaran yang berguna untuk membuat siswa lebih mudah melihat pola hubungan antar konsep, melibatkan siswa dalam proses pengambilan keputusan, mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan bekerjasama. Membantu siswa menghilangkan rasa cemas dalam belajar.

5. Kendala-kendala Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu
Dalam pelaksanaannya pembelajaran terpadu memiliki beberapa kendala untuk berhasil dilaksanakan. Kendala yang dimaksud adalah sebagai berikut :
  1. Kurikulum dan GBPP yang sangat rapi ditata serta dipilah berdasarkan cakupan-cakupan batas bidang studi.
  2. Penjadwalan pembelajaran yang terpisah-pisah secara kaku, maksudnya jadwal pelajaran yang tidak saling terhubung dengan materi pelajaran yang telah dipelajari seberlumnya.
  3. Guru yang kurang berpengalaman menyelenggarakan PT menjadikan kurang optimalnya hasil yang dicapai dalam pelaksanaan pembelajaran, bahkan membuat pembelajaran terpadu menjadi gagal untuk dilaksanakan
  4. Keterbatasan atau kurangnya fasilitas dan sumber belajar yang bervariasi yang menunjang pelaksanaan pembelajaran. Hal ini penting karena pembelajaran terpadu menuntut anak untuk dapat mengolah potensi diri secara langsung melalui pasilitas sumber belajar untuk mendapatkan informasi.
  5. Penilaian lebih berorientasi hasil yang diukur dengan tes
  6. Formalisasi sistem persekolahan modern yang didasarkan atas pembagian sistem kerja (spesialisasi) yang ada dalam masyarakat.

6. Model dan Tahapan Pembelajaran terpadu
Ada tiga model PT yang diharapkan dapat dilaksanakan di sekolah dasar yaitu: model keterhubungan (connected), dan keterpaduan (integreted), Jaring Laba-laba (webbed). Dan setiap model ini akan melalui tahap dalam proses pembelajarannya. Tahapan tersebut adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap kulminasi. Jika dapat dipaparkan sebagai berikut :
Model PT
Perencanaa
Pelaksanaan
Kulminasi
Keterhubungan
(connected)
-    Peta konsep satu mata pelajaran
-    Menetapkan konsep-konsep yang berhubungan
-    Rancangan aktivitas
-    Pelaksanaan tugas
-    Analisis hasil pelaksanaan tugas
-    Penyusunan laporan
-    Penyajian laporan
-    Evaluasi
Ketepaduan
(Integreted)
-    Peta konsep berbagai mata pelajaran
-    Konsep-konsep berhubungan
-    Rancangan aktivitas
-    Pelaksanaan tugas
-    Analisis hasil pelaksanaan tugas
-    Penyusunan Laporan
-    Penyajian laporan
-    Evaluasi
Jaring Laba-laba
(webbed)
-    Penjajangan tema
-    Penetapa tema
-    Pengembangan subtema
-    Penetapan kegiatan /kontrak belajar
-    Pengumpulan informasi
-    Pengolahan informasi
-    Penyusunan laporan
-    Penyajian informasi
-    Evaluasi

7. Cara Melaksanakan Pembelajaran Terpadu
Dalam pelaksanaanya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi cara guru melaksanakan PT. Hal ini mengakibatkan adanya beraneka ragam bentuk pelaksanaanya. Ragam ini ditentukan oleh : sifat materi yang dipadukan, cara memadukan materi, perncanaan pemaduan, waktu pelaksanaan, dan unsur pemicu pemaduan.
a.       Sifat Materi
Jika ditinjau dari sifat materi yang dipadukan ada dua macam bentuk implementasi PT, yakni PT intra mata pelajaran dan PT antar mata pelajaran.
b.      Cara Memadukan Materi
Dalam pelaksanaannya PT terkadang masih memperlihatkan secara tegas batas-batas antar mata pelajaran, kadang-kadang batas antar mata pelajaran sangat samar, hampir seperti tidak ada sekat yang membatasinya. Dalam prakteknya, jika suatu tema telah ditetapkan, maka guru bersama siswa mengkaji tema tersebut dari sudut pandang masing-masing mata pelajaran. Berdasarkan tema tersebut, guru bersama siswa menentukan unsur-unsur mata pelajaran yang bisa dipelajari tanpa harus ada tumpang tindih dengan mata pelajaran lain. Jika suatu tema telah ditetapkan, siswa diajak mempelajari aspek lainnya dari tema yang telah ditetapkan
c.       Perencanaan Pemaduan
Proses perencanaan PT ada yang dibuat dengan perencanaan yang matang dan ada juga yang terjadi secara spontan. Guru dapat merancang sejak awal PT, dengan memilih konsep-konsep yang akan dikondisikan dalam aktivitas untuk mencapai keterpaduan. Guru dapat memilih tema-tema yang akan dijadikan jembatan untuk memadukan satu mata pelajaran atau beberapa mata pelajaran baik itu mata pelajaran yang sama maupun mata pelajaran yang berbeda, tetapi mata pelajaran itu haruslah memiliki hubugan untuk dapat dipadukan. Karena itu pembuatan peta konsep perlu diadakan oleh guru untuk menemukan konsep-konsep yang terkait atau tumpang tindih.
Namun ada kalanya guru tidak merencanakan secara matang keterpaduan antara satu konsep dengan konsep yang lain, satu pokok bahasan dengan pokok bahasan lainnya. Dalam proses belajar-mengajar guru dapat mengaitkan materi lain dengan materi yang sedang diajarkannya, sehingga memungkinkan guru untuk melaksanakan pembelajaran terpadu spontan.
d.      Waktu Pelaksanaannya
PT dapat dilaksanakan dalam waktu tertentu yakni apabila materi yang diajarkan cocok untuk dilaksanakan secara penuh dalam satu hari. Ada pula yang melaksanakannya secara periodik. PT yang dilaksanakan pada waktu tertentu dikatakan PT yang bersifat temporer, disini pelaksanan PT tidak mengikuti jadwal yang teratur. PT ini dilaksanakan tanpa kepastian waktu. Pembelajaran yang demikian sangat bersifat situasional. PT dapat dirancang secara periodi, misalkan setiap akhir pekan, setiap akhir semester, dan lain sebagainya.
e.       Pemicu Keterpaduan
Munculnya ide untuk melaksanakan PT dimulai dari kegiatan guru menganalisis kurikulum untuk menentukan konsep-konsep yang saling tumpang tindih. Kemudian dilanjutkan dengan membuat peta konsep, menentukan tema. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis ini guru menyusun program PT di kelasnya. Guru dapat pula melaksanakan PT dengan cara menetapkan tema terlebih dahulu. Berdasarkan tema tersebut ditentukan kegiatan belajar-mengajar yang memadukan mata pelajaran yang terkait.

8. Model Rencana Pembelajaran Terpadu
Jika dipaparkan dalam rencana pembelajaran akan seperti berikut ini :
1.      PT model keterpaduan (Connected) dan PT model keterpaduan Intra mata pelajaran (Integrated) :
a.   Tahap Perencanaan
2.      Pt model jaring laba-laba (Webbed)
1.      Model Keterhubungan (Connected) adalah model pembelajaran yang memadukan satu mata pelajaran dengan menghubungkan berbagai konsep-konsep yang mempunyai kesamaan. Dalam perencanaannya yang pertama dilakukan adalah membuat pemetaan konsep satu mata pelajaran berdasarkan kurikulum yang dipakai, hal ini betujuan memudahkan menemukan jalinan konsep yang saling berhubungan. Setelah pemetaan konsep selesai barulah guru menetapkan konsep-konsep yang berhubungan dan guru membuat rancangan aktivitas belajar berdasarkan konsep-konsep yang telah ditetapkan. Rancangan aktivitas inilah yang nantinya akan disiapkan untuk dilaksanakan oleh siswa dalam pembelajaran
2.      Model Keterpaduan (Integreted)
3.      Model Jaring Laba-laba (Webbed) adalah model pembelajaran yang memadukan lebih dari satu mata pelajaran tentunya setiap mata pelajaran itu tidak semuannya dapat di padukan hanya mata pelajaran yang memiliki konsep yang berhubungan yang dapat dipadukan
Posted by MYTULISAN On 21.49 No comments

0 komentar:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
All-Published

    Blogger news

    Free Music Online
    Free Music Online

    free music at divine-music.info

    Blogroll

    About