Sabtu, 25 Januari 2014

A.      PENDAHULUAN
Media pembelajaran perlu digunakan oleh guru untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Media dapat digunakan  dalam pembelajaran untuk membangkitkan motivasi siswa , mengkonkritkan materi yang menjelaskan konsep yang sifatnya abstrak sehingga lebih mudah dipahami siswa. Banyak jenis dan macam media pembelajaran yang dapat dibuat dan digunakan. Untuk  memilih media pembelajaran yang akan digunakan, guru harus memahami tentang macam-macam media dan kriteria memilih media yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa.   
B.  HAKIKAT MEDIA PEMBELAJARAN
Kata “Media” berasal dari bahasa Latin yang berarti “perantara”, yaitu perantara antara pengirim pesan dan penyampai pesan. Materi pembelajaran merupakan pesan-pesan yang harus disampaikan oleh pendidik kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi media adalah alat untuk menyampaikan atau menghantarkan pesan-pesan pembelajaran. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu ( teknologi, sarana fisik, sarana komunikasi)  yang dapat menyampaikan pesan, merangsang pikiran, perasaan dan kemauan peserta didik sehingga mendorong terjadinya proses belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran. Secara sederhana dapat diartikan bahwa media pembelajaran adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan guru  dalam rangka berkomunikasi dengan siswa. Alat bantu itu disebut sebagai media pembelajaran sedangkan komunikasi adalah sistem penyampaiannya.  

Dalam metodologi pembelajaran ada dua aspek yang paling penting yaitu metode dan media pembelajaran sebagai alat bantu. Media pembelajaran sebagai komponen metodologi dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Dengan media, pembelajaran akan lebih menarik sehingga dapat meningkatkan motivasi dan interaksi belajar siswa  dan motivasi mengajar guru. Materi pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa.   Media pembelajaran dapat berisikan bahan-bahan yang harus dipelajari siswa sehingga juga memungkinkan menjadi sumber belajar bagi siswa. Namun demikian media pembelajaran tidak bisa menggantikan fungsi guru sepenuhnya arinya media tanpa guru adalah hal yang tidak mungkin untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Peran guru masih tetap diperlukan sekalipun media telah merangkum semua materi/bahan pelajaran.
1.    Fungsi media pembelajaran
Media pembelajaran memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
a.    Dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
b.    Dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
c.    Memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
d.   Menghasilkan  keseragaman pengamatan
e.    Dapat  menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
f.     Membangkitkan motivasi dan merangsang peserta didik untuk belajar.
g.    Memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak
2.    Manfaat media pembelajaran
Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:
a.    Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan
Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.
b.  Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
c.  Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
a.    Efisiensi dalam waktu dan tenaga
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.
b.    Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik.
c.    Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja
Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru.Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.
d.   Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
e.    Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak mamiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain
C.  JENIS-JENIS MEDIAPEMBELAJARAN
Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan-pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat-sifat media tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut. Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997:16) yaitu :
1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor.
2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.
3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.
4. Televisi
5. Benda-benda hidup, simulasi maupun model.
6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).
Penggolongan media yang lain, jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut :
1. Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media Audio, media Visual dan media Audio Visual.
2. Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat dan media pengajaran individual.
3. Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi media sederhana (murah dan mudah memperolehnya) dan media komplek.
4. Dilihat dari bentuknya media dapat digolongkan menjadi media grafis (dua dimensi), media tiga dimensi, dan media elektronik.
D.  PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
Berbagai macam media pembelajaran dikemukakan yang dapat digunakan dalam pembelajaran kimia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang akhirnya bermuara pada meningkatnya hasil belajar. Namun demikian hendaklah dipilih media yang tepat dan cocok untuk karakteristik materi dan efektifitas pengunaannya. Pemakaian media dalam proses pembelajaran hendaknya dapat meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan pembelajaran dan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Disamping itu, media pembelajaran hendaknya juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data yang menarik, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi ( sehingga dapat menghemat waktu).
Pemilihan media tidak dilihat dari segi kecanggihannya, tetapi yang lebih penting adalah fungsi dan peranannya dalam membantu meningkatkan motivasi belajar. Media yang digunakan harus didasarkan pada kriteria pemilihan yang objektif sebab penggunaan media pembelajaran tidak sekedar menampilkan program pembelajaran  di dalam kelas tetapi harus dikaitkan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
Agar penggunaan media dapat meningkatkan kualitas pembelajaran maka guru perlu memiliki pemahaman tentang jenis dan manfaat media pembelajaran,  kriteria memilih dan menggunakan media. Disamping itu guru juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menilai keefektifan penggunaan media dalam proses pembelajaran agar dapat memutuskan apakah penggunan media diperlukan dalam pembelajaran.
Keberadaan media dalam pembelajaran adalah sebagai pelengkap jika dipandang perlu. Seorang guru yang baik tidak akan menggunakan media pembelajaran dengan tujuan untuk menggantikan metode mengajar, tetapi menggunakan media untuk melengkapi keterampilan mengajar dan membantu siswa memahami dan mampu mengaplikasikan materi. Media pembelajaran yang dipilih hendaknya sesuai dan cocok dengan kebutuhan guru dan siswa serta membantu memperbaiki situasi pembelajaran. Untuk memutuskan media pembelajaran mana yang akan digunakan, guru dituntut untuk memhami pengetahuan tentang media dan pemilihan media, sehingga penggunaannya dalam proses pembelajaran tepat dan sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa. Media pembelajaran dapat digunakan pada situasi :
·  Materi pelajaran yang diberikan sulit dimengerti/ abstrak
·  Perhatian siswa berkurang terhadap proses pembelajaran
·  Keterbatasan sumber belajar
·  Guru tidak bergairah dalam menjelaskan materi dengan metode yang biasa digunakan dalam pembelajaran
Memilih media pembelajaran untuk mata pelajaran kimia pada prinsipnya tidak berbeda dengan pemilihan media untuk mata pelajaran secara umumnya. Dalam memilih media untuk kepentingan pembelajaran sekurang-kurangnya  memperhatikan kriteria-kriteria berikut: 
1.    Ketepatan dengan tujuan pembelajaran.
Media pembelajaran dipilih berdasarkan tujuan pembelajaran. Tujuan-tujuan pembelajaran yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, analisis dan sintesis lebih memungkinkan dengan menggunakan media pembelajaran
2.    Dukungan terhadap isi atau konten pelajaran
Bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.
3.    Kemudahan memperoleh media
4.    Keterampilan guru dalam menggunakannya
Nilai dan manfaat yang diarapkan dari penggunaan media bukanlah pada apa medianya, tetapi adalah dampak dari penggunaan oleh guru pada saat mengkomunikasikan pesan-pesan pelajaran. Alat-alat canggih berteknologi tinggi tidak berarti apa-apa bila guru tidak dapat menggunakannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
5.    Sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir siswa
Media yang dipilih untuk pembelajaran harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir siswa sehingga makna yang terkandung di dalam media dapat dipahami dengan mudah.
E.       RANGKUMAN.
Media pembelajaran merupakan perantara guru dengan siswa dalam penyampaian pesan-pesan pembelajaran. Media pembelajaran digunakan sebagai pelengkap jika dipandang perlu. Media tidak mengganti metode pembelajaran atau fungsi guru. Tujuan penggunaan media adalah untuk memperbaiki situasi proses pembelajaran  sehingga media yang digunakan harus cocok dan sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa. Untuk dapat memilih media pembelajaran yang akan digunakan, guru harus memahami tentang macam-macam media dan pertimbangan apa yang perlu dalam memilih media.
Posted by MYTULISAN On 10.03 No comments READ FULL POST
SISTEMATIKA PROPOSAL PTK
BAB I
PENDAHULUAN
JUDUL
Judul PTK hendaknya dinyatakan dengan akurat dan padat permasalahan serta bentuk tindakan yang dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat, jelas, dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok PTK bukan sosok penelitian formal.
1.      LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam latar belakang permasalahan ini hendaknya diuraikan urgensi penanganan permasalahan yang diajukan itu melalui PTK. Untuk itu, harus ditunjukkkan fakta – fakta yang mendukung, baik yang berasal dari pengamatan guru selama ini maupun dari kajian pustaka. Dukungan berupa hasil penelitian –penelitian terdahulu, apabila ada juga akan lebih mengokohkan argumentasi mengenai urgensi serta signifikansi permasalahan yang akan ditangani melalui PTK yang diusulkan itu. Karakteristik khas PTK yang berbeda dari penelitian formal hendaknya tercermin dalam uraian di bagian ini.
2.      PERMASALAHAN
Permasalahan yang diusulkan untuk ditangani melalui PTK itu dijabarkan secara lebih rinci dalam bagian ini. Masalah hendaknya benar – benar di angkat dari masalah keseharian di sekolah yang memang layak dan perlu diselesaikan melalui PTK. Sebaliknya permasalahan yang dimaksud seyogyanya bukan permasalahan yang secara teknis metodologik di luar jangkauan PTK. Uraian permasalahan yang ada hendaknya didahului oleh identifikasi masalah, yang dilanjutkan dengan analisis masalah serta diikuti dengan refleksi awal sehingga gambaran permasalahan yang perlu di tangani itu nampak menjadi perumusan masalah tersebut. Dalam bagian ini dikunci dengan perumusan masalah tersebut. Dalam bagian inipun, sosok PTK harus secara konsisten tertampilkan.
3.      CARA PEMECAHAN MASALAH
Dalam bagian ini dikemukakan cara yang diajukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Alternatif pemecahan yang diajukan hendaknya mempunyai landasan konseptual yang mantap yang bertolak dari hasil analisis masalah. Disamping itu, juga harus terbayangkan kemungkinan kemanfaatan hasil pemecahan masalah dalam rangka pembenahan dan/atau peningkatan implementasi program pembelajaran dan/atau berbagai program sekolah lainnya.Juga harus dicermati artikulasi kemanfaatan PTK berbeda dari kemanfaatan penelitian formal.
4.      TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan PTK hendaknya dirumuskan secara jelas.paparkan sasaran antara dan akhir tindakan perbaikan.perumusan tujuan harus konsisten dengan hakekat permasalahan yang dikemukakan dalam bagian – bagian sebelumnya. Dengan sendirinya,artikulasi tujuan PTK berbeda dari tujuan formal. Sebagai contoh dapat dikemukakan PTK di bidang IPA yang bertujuan meningkatkan prestasi siswa dalam mata pelajaran IPA melalaui penerapan strategi PBM yang baru, pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar mengajar dan sebagainya. Pengujian dan/atau pengembangan strategi PBM baru bukan merupakan rumusan tujuan PTK. Selanjutnya ketercapaian tujuan hendaknya dapat diverfikasi secara obyektif.Syukur apabila juga dapat dikuantifikasikan.
Disamping tujuan PTK, juga perlu diuraikan kemungkinan kemanfaatan penelitian. Dalam hubungan ini, perlu dipaparkan secara spesifik keuntungan – keuntungan yang dijanjikan, khususnya bagi siswa sebagai pewaris langsung (direct beneficiaries) hasil PTK, di samping bagi guru pelaksana PTK, bagi rekan – rekan guru lainnya serta bagi para dosen LPTK sebagai pendidik guru. Berbeda dari konteks penelitian formal, kemanfaatan bagi pengembangan ilmu. Teknologi dan seni tidak merupakan prioritas dalam konteks PTK, meskipun kemungkinan kehadirannya tidak ditolak.

 
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
1.      KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
Pada bagian ini diuraikan landasan substantive dalam arti teoritik dan/atau metodologik yang dipergunakan peneliti dalam menentukan alternative, yang akan diimplementasikan. Untuk keperluan itu, dalam bagian ini diuraikan kajian baik pengalaman peneliti pelakju PTK sendiri nyang relevan maupun pelaku – pelaku PTK lain disamping terhadap teori – teori yang lazim termuat dalam berbagai kepustakaan. Argumentasi logic dan teoretik diperlukan guna menyusun kerangka konseptual. Aras kerangka konseptual yang disusun itu, hipotesis tindakan dirumuskan.
BAB III
METODE PENELITIAN
1.      RENCANA PENELITIAN
a.      Setting penelitian dan karakteristik subjek penelitian
Pada bagian ini disebutkan di mana penelitian tersebut dilakukan, di kelas berapa dan bagaimana karakteristik dari kelas tersebut seperti komposisi siswa pria dan wanita. Latar belakang sosial ekonomi yang mungkin relevan dengan permasalahan,tingkat kemampuan dan lain sebagainya. Aspek substantive permasalahan seperti Matematika kelas II SMPLB atau bahasa inggris kelas III SMLB, juga dikemukakan pada bagian ini.
b.      Variabel yang diselidiki
Pada bagian ini ditentukan variabel – variabel penelitian yang dijadikan titik – titik incar untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan siswa, guru, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan lain sebagainya; (2) variabel proses pelanggaran KBM seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya, guru, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, implementasi berbagai metode mengajar di kelas, dan sebagainya, dan (3) varaibel output seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya.
c.       Rencana Tindakan
Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran, seperti :
1)      Siklus PTK
a)      Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan entry behavior. Pelancaran tes diagnostic untuk menspesifikasi masalah. Pembuatan scenario pembelajaran, pengadaan alat – alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain – lin yang terkait bdengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan alternative – alternative solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah. Format kemitraan antara guru dengan dosen LPTK juga dikemukakan pada bagian ini.
b)      Implementasi Tindakan yaitu deskripsi tindakan yang akan di gelar. Scenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan.
c)      Observasi dan Interpretasi yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang.
d)     Analisis dan Refleksi yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan daur berikutnya.
2)      Data dan cara pengumpilannya
Pada bagian ini ditunjukkan dengan jelas jenis data yang akan dikumpulkan yang berkenaan dengan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan yang di gelar, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kekurangberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan. Format data dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya.
Di samping itu teknik pengumpilan data yang diperlukan juga harus diuraikan dengan jelas seperti melalui pengamatan partisipatif, pembuatan juranal harian, observasi aktivitas di kelas (termasuk berbagai kemungkinan format dan alat bantu rekam yang akan digunakan)penggambaran interaksi dalam kelas (analisis sosiometrik), pengukuran hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen dan sebagainya.selanjutnya dalam prosedur pengumpulan data PTK ini tidak boleh dilupakan bahwa sebagai pelaku PTK, Para guru juga harus aktif sebagai pengumoul data, bukan semata – mata sebagai sumber data.
Akhirnya semu teknologi pengumpulan data yang digunakan harus mendapat penilaian kelaikan yang cermat dalam konteks PTK yang khas itu. Sebab meskipun mungkin saja memang menjanjikan mutu rekaman yang jauh lebih baik. Penggunaan teknologi perekaman data yang canggih dapat saja terganjal keras pada tahap tayang ulang dalam rangka analisis dan interpretasi data.
3)      Indikator kinerja
Pada bagaian ini tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasinya untuk tindak perbaikan melalui PTK yang bertujuan mengurangi kesalahan konsep siswa misalnya perlu ditetapkan kriteria keberhasilan dalam bentuk pengurangan (njumlah jenis dan atau tingkat kegawatan)miskonsepsi yang tertampilkan yang patut diduga sebagai dampak dari implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud.
4)      Tim peneliti dan tugasnya
Pada bagian ini hendaknya dicantumakan nama – nama anggota tim peneliti dan uraian tugas peran setiap anggota tim peneliti serta jam kerja yang dialokasikan setiap minggu untuk kegiatan penelitian.
1.      JADWAL PENELITIAN
Jadwal kegiatan penelitian disusun dalam matriks yang menggambarkan urutan kegiatan dari awal sampai akhir.
2.      RENCANA ANGGARAN
a.      Komponen – komponen pembiayaan
Rencana anggaran meliputi kebutuhan dukungan financial untuk tahap persiapan pelaksanan penelitian, dan pelaporan.
Secara lebih rinci, pembiayaan yang termasuk dalam setiap bidang adalah sebagai berikut :
1)      Persiapan
Kegiatan persiapan antara lain meliputi pertemuan anggota tim peneliti untuk menetapkan jadwal penelitian dan pembagian kerja, menyusun instrument penelitian, menetapkan format pengumpulan data, menetapkan teknik analisis data, dan sebagainya.
2)      Kegiatan operasional di lapangan
Dalam kegiatan operasional dapat tercakup antara lain pelancaran tes diagnostic dan analisis hasilnya, gladi resik implementasi tindakan, perbaikan, pelaksanaan tindakan perbaikan, observasi dan interpretasi pelaksanaan tindakan perbaikan, pertemuan refleksi, perencanaan tindakan ulang, dan sebagainya.
1.      Penyusunan Laporan Hasil PTK
Pembiayaan yang termasuk dalam bagian ini adalah penyusunan konsep laporan, review konsep laporan, penyusunan konsep laporan akhir. Seminar local hasil penelitian, seminar nasional hasil penelitian, dan sebagainya. Juga termasuk dalam pembiayaan adalah penggandaan dan pengiriman laporan hasil PTK, serta pembuatan artikel hasil PTK dalm bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
2.      Cara Merinci Kegiatan dan Pembiayaan
Biaya penelitian harus dirinci berdasarkan kegiatan operasional yang dijabarkan dari metodologi yang dikemukakan. Agar dapat dihitung biayanya, kegiatan operasional itu harus jelas namanya, tempatnya, lamanya, jumlah pesertanya. Sarana yang diperlukan dan output yang diharapkan.
1.      Beberapa patokan pembiayaan satuan kegiatan penelitian
1.      Honorarium
1.      Ketua Peneliti
2.      Anggota tim peneliti
3.      Tenaga Administrasi
Besarnya honorarium tergantung pada sumber pandanaan
1.      Bahan dan Peralatan penelitian
1.      Bahan habis pakai
2.      Alat habis
3.      Sewa alat
  1.  
1.      Perjalanan
1.      Biaya perjalanan sesuai dengan ketentuan
2.      Transportasi local sesuai harga setempat
3.      Lumpsum termasuk konsumsi sesuai dengan ketentuan
4.      Monitoring dari instansi terkait minimal untuk satu orang, satu kali, selama dua hari
5.      Konsultasi ketua tim peneliti ke instansi terkait selama dua hari
1.      Laporan Penelitian
1.      Penggandaan
2.      Penyusuinan artikel berbahasa Indonesia dan inggris
3.      Pengiriman
1.      Seminar
1.      Seminar lokal, konsumsi sesuai harga setempat, biaya penyelenggaraan sesuai dengan harga setempat
2.      Seminar nasionala minimal untuk dua orang (satu dosen LPTK dan satu guru pelaku PTK)
1.      Daftar Pustaka
Daftar pustaka disusun menurut urutan abjad pengarang . hendaknya pustaka benar – benar relevan dan sungguh – sungguh dipergunakan dalam penelitian.
LAMPIRAN DAN LAIN – LAIN
Bagian lampiran dapat berisi curriculum vitae ketua dan para anggota tim inti. Curriculum vitae tersebut memuat identitas ketua anggota tim peneliti, riwayat pendidikan, pelatihan di bidang penelitian yang telah pernah diikuti, baik sebagai penatar/pelatih maupun sebagai peserta, dan pengalaman dalam penelitian termasuk di PTK.
Hal – hal lain yang dapat memperjelas karakteristik kancah PTK yang diusulkan dapat disertakan dalam usulan penelitian ini.
Posted by MYTULISAN On 09.56 No comments READ FULL POST

Minggu, 05 Januari 2014

LIMA BELAS TIPS UNTUK MENJADI GURU HEBAT


Oleh
Adi Saputra

Mengajar adalah profesi yang kompleks dan menantang, dan beberapa guru lebih berhasil dari yang lain. Siswa yang mereka ajar mendapatkan nilai lebih baik pada tes, lebih mungkin untuk berhasil pada pendidikan selanjutnya, dan mereka akan selalu ingat dengan guru mengajar dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Banyak guru berhasil dalam memfasilitasi siswa mereka secara akademis serta perkembangan kepribadiannya. Mereka mengajar secara totalitas dan tanpa pamrih yang hanya mengedepankan pengabdian di dalam mencerdaskan anak didiknya. Selain itu juga, guru terbaik juga menikmati pekerjaannya, percaya pada apa yang mereka ajarkan, pekerja keras, menghabiskan banyak waktu untuk membuat perencanaan pembelajaran, menggunakan pola pengasuhan, peduli kepada kebutuhan siswa serta dan mengaktifkan semua siswa di dalam pembelajaran. Selanjutnya guru-guru ini mempunyai pandangan bahwa setiap pribadi siswa mempunyai potensi yang bisa dikembangkan dan tugas gurulah untuk membangkitkan potensi tersebut. Untuk lebih jelasnya berikut adalah kumpulan temuan dari penelitian tentang karakteristik dari guru hebat: (Tulisan ini juga dilengkapi dengan Daftar Ceklis untuk menguji apakah Anda termasuk guru hebat atau belum)
1.        Menetapkan standar yang tinggi, dengan mengajarkan cara mencapainya.
2.        Hari pertama menjanjikan kepada siswa, bahwa mereka akan belajar. Disusun bersama dengan siswa.
Ø Suasana kasih sayang dan kepedulian yang murni, ketika ia berjanji kepada siswa-siswanya bahwa kalian akan berhasil.
Ø       Kalian harus membantu saya untuk menolong diri kalian sendiri.
Ø       Jika kalian tidak memberikan apa pun, jangan mengharapkan apa pun.
Ø Kesuksesan tidak datang menghampiri kalian, tetapi kalianlah yang harus datang menghampirinya.
3.        Kesenangan terhadap proses pembelajaran yang luar biasa.
Ø Jika para siswa tidak bermain sesuai  irama, itu karena mereka  belum mempelajari caranya.
Ø       Bakat adalah kualitas yang dapat diperoleh.
4.        Suasana asuh, penuh kepercayaan  dan tidak menghakimi.
5.        Sangat ketat, disiplin dan penuh kasih sayang.
6.        Berprinsip dengan tantangan dan asuhan.
7.        Mengajari siswa untuk mencapai standar yang tinggi dengan kerja keras.
8.        Mencintai pembelajaran bukan pengajaran.
9.        Mengungkapkan yang sebenarnya kekurangan siswa dan kemudian memberi mereka cara untuk menutupi kekurangan tersebut.
10.    Mengajarkan kemandirian kepada siswa.
11.    Memberikan pemahaman bahwa sekolah adalah untuk kepentingan  siswa.
12.    Terus menerus belajar bersama siswa,  dan membiarkan siswa untuk tahu terlebih dahulu tentang sesuatu.
13.    Mempunyai prinsip semua orang bisa belajar.
14.    Lebih cenderung memberikan motivasi dari pada mengkritik siswa.
15.    Menggunakan berbagai strategi atau metode pembelajaran dalam pelajarannya.
 
CEKLIS GURU HEBAT
Untuk menguji Apakah Anda termasuk guru hebat atau belum dapat digunakan daftar ceklis berikut dengan cara memberi angka satu pada samping kiri pertanyaan (di atas garis) yang sesuai menurut Anda dan angka nol untuk yang tidak sesuai.

Apakah Anda. . .
--------mendengarkan siswa Anda?
--------tahu nama-nama siswa Anda pada akhir dua minggu pertama sekolah?

--------melihat sesuatu dari maksud pendapat siswa Anda ?
--------senyum di dalam kelas?
--------percaya semua siswa Anda mampu belajar tentang pelajaran Anda?
--------menyampaikan antusiasme Anda tentang apa yang Anda ajarkan?
--------selalu untuk meningkatkan efektivitas mengajar Anda?
--------percaya pada nilai dari apa yang Anda mengajar?
--------memiliki tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran?
--------mengkomunikasikan dengan jelas harapan-harapan Anda kepada siswa Anda?
--------berusaha untuk menciptakan lingkungan ruang kelas yang menarik?
--------membuat rutinitas minggu pertama sekolah?
--------mencoba untuk mengenal semua siswa Anda sebagai individu?
--------mendorong kerja sama dibandingkan persaingan di kelas Anda?
--------menunjukkan rasa humor  dengan siswa Anda?
--------memuji siswa Anda untuk prestasi pada bidang tertentu?
--------adil dan konsisten menegakkan aturan Anda?
--------menggunakan pernyataan positif dari pernyataan negatif dalam kelas Anda?
--------memvariasikan pengaturan tempat duduk sesuai dengan kebutuhan pengajaran Anda?
--------mengkomunikasikan prestasi positif dari siswa untuk orang tua mereka?
--------membuat komentar positif pada kertas kerja siswa '?
--------mengizinkan siswa Anda untuk membuat kesalahan karena mereka mempelajari materi
          dan keterampilan baru?
--------menghindari bereaksi berlebihan untuk kesalahan tingkah laku yang kecil?
--------membuat pelajaran yang menarik agar melibatkan siswa untuk aktif ?
--------mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan ketika mereka tidak memahami beberapa
          bagian dari pelajaran Anda?
--------memanfaatkan kesempatan belajar secara spontan ketika hal itu terjadi?
--------menghadiri workshop atau pelatihan untuk terus meningkatkan kemampuan mengajar
          Anda?
--------m
empertahankan setidaknya 80 persen tugas di kelas Anda?
--------memberi pujian kepada siswa, baik secara individu maupun kelompok?
--------membuat rasa kekeluargaan di kalangan siswa Anda?
--------memanfaatkan waktu efektif  kelas?
--------mengupayakan untuk menghubungkan pelajaran saat ini untuk pengetahuan awal siswa?
--------menyediakan waktu refleksi untuk semua siswa?
--------memberi bimbingan kepada siswa ketika melakukan praktek ?
--------menyediakan ketenangan yang tepat untuk pelajaran Anda (tidak terlalu lambat atau
          terlalu cepat)?
--------menggunakan berbagai metode pembelajaran selain ceramah?
--------secara teratur berkomunikasi dengan orang tua siswa yang mengalami kesulitan belajar?
--------mempertimbangkan berbagai gaya belajar siswa anda dalam perencanaan pelajaran Anda? --------memasukkan pertanyaan dan komentar siswa ke dalam pelajaran Anda?
--------merubah gaya pembelajaran Anda ketika siswa tidak dapat belajar dengan baik?
--------menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mencari bantuan tambahan jika mereka gagal
          di dalam pembelajaran?
--------merasa yakin pada kemampuan Anda untuk menangani tantangan yang anda hadapi di
          kelas?
--------menyapa siswa Anda saat mereka memasuki kelas?
--------menghindari penggunaan sarkasme atau ejekan dalam berinteraksi dengan siswa?
--------menyiapkan semua siswa ketika Anda memasuki kelas di pagi hari?
--------mengendalikan kelas Anda, tapi tidak terobsesi dengan ide terlalu mengontrol?
--------mampu secara efektif menyelesaikan masalah perilaku ketika masih kecil sebelum
          menjadi masalah besar?
Petunjuk Skor:
Hitung jumlah item yang Anda tandai dan tentukan skor Anda di kategori di bawah ini:
No
Nilai
Kategori
Keterangan
1
41 - 50
Terbaik
Seorang guru hebat. Orang lain dapat belajar banyak dari Anda
2
31 – 40
Bagus
Anda berada di jalan menuju kesuksesan. Ada beberapa bagian yang memerlukan perhatian
3
21 – 30
Tertantang
Ini tidak terlalu terlambat untuk mencari bantuan dalam meningkatkan efektivitas kelas Anda
4
0 - 20
Berjuang
Profesi mengajar mungkin tidak terlalu menyenangkan. Mempertimbangkan untuk perubahan karir mungkin lebih bijaksana
Sumber:  Ronald L. Partin. 2009. The Classroom Teacher’s Survival Guide. San Francisco: Josey-Bass
Sumber : Adisaputrabtm.blogspot.com
Posted by MYTULISAN On 19.44 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
All-Published

    Blogger news

    Free Music Online
    Free Music Online

    free music at divine-music.info

    Blogroll

    About